Ringkasan Cepat:
- Lahan kosong sekitar 6.000 m² di Jalan Penggilingan Baru, Kramat Jati, Jakarta Timur, terbakar sejak Sabtu (1/8/2026) — bukan TPS resmi, melainkan tempat pembuangan sampah liar selama sekitar setahun
- Seorang petugas Gulkarmat DKI, Andriyono, gugur saat bertugas memadamkan api
- Pemprov DKI akan menindak pembuang sampah ilegal dan memperketat pengawasan lahan sesuai Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026
Jakarta Timur, 03 Agustus 2026 — Kebakaran hebat melanda lahan kosong yang selama ini dijadikan tempat pembuangan sampah ilegal di Jalan Penggilingan Baru, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, sejak Sabtu (1/8/2026) pagi, menewaskan satu petugas pemadam kebakaran dan memaksa Pemprov DKI Jakarta memperketat pengawasan lahan.
Mengapa Ini Penting?

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi, menegaskan lokasi kebakaran bukan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) resmi. Lahan kosong seluas kurang lebih 6.000 meter persegi itu berstatus sengketa antara pemerintah dan seseorang yang mengaku sebagai pemiliknya, namun selama sekitar setahun terakhir kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah liar meski warga sekitar berulang kali mengingatkan pengelolanya untuk berhenti.
Ketua RW 03 Dukuh, Irman Riyadi, menjelaskan bahwa tumpukan sampah tersebut sebenarnya bukan tempat pembuangan warga sekitar, karena lingkungan setempat sudah memiliki sistem pengelolaan sampahnya sendiri. Sampah yang menumpuk dan akhirnya terbakar berasal dari pihak luar yang memanfaatkan lahan kosong itu tanpa izin.
“Kurang lebih setahunan lah ini. Kita sudah informasikan kepada yang ngelola untuk tidak dibuang, tetapi mereka tetap buang.”
— Irman Riyadi, Ketua RW 03 Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (2/8/2026)
Kebakaran dilaporkan terjadi Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 07.02 WIB. Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur mengerahkan sepuluh unit mobil damkar dan 50 personel, dengan operasi pemadaman dimulai pukul 07.11 WIB. Riyadi menyebut proses pemadaman terkendala karena tebalnya tumpukan sampah yang menyimpan bara di lapisan bawah, sementara di permukaan hanya terlihat seperti puing biasa.
“Banyak sampah, itu yang membuat sulit dipadamkan.”
— Irman Riyadi, Ketua RW 03 Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (2/8/2026)
Ia menduga kebakaran dipicu anak-anak yang bermain api di sekitar lokasi, lalu membesar akibat angin kencang dan material sampah yang mudah terbakar.
Petugas Damkar Gugur Saat Bertugas

Duka mewarnai penanganan kebakaran ini. Kepala Regu Kelompok Cepu Sektor Cipayung, Andriyono, meninggal dunia saat menjalankan tugas pemadaman pada Sabtu (1/8/2026) — sejumlah laporan media menyebut ia sempat mengeluh nyeri dada sebelum kondisinya memburuk di lokasi. Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Megantara, menyampaikan belasungkawa mendalam dan memastikan hak-hak almarhum dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
Insiden ini menambah daftar korban jiwa yang jatuh saat aparat menjalankan tugas penanggulangan bencana di lapangan — pola yang juga terlihat pada kasus dua karyawati toko yang tewas keracunan gas genset saat blackout Sumatera, di mana petugas dan warga sama-sama menghadapi risiko fatal akibat penanganan darurat yang minim pengawasan teknis. Kepastian pemenuhan hak petugas lapangan yang gugur atau dirugikan saat bertugas juga pernah menjadi sorotan dalam somasi ratusan satpam terkait dugaan penggelapan hak kerja, yang menegaskan pentingnya kejelasan hak pekerja garda depan di sektor mana pun.
Tantangan Pemadaman: Bara Api Terus Berpindah

Hingga Minggu (2/8/2026) sore, operasi pemadaman sudah berjalan lebih dari 30 jam tanpa tuntas. Bayu Megantara mengonfirmasi bahwa Gulkarmat bersama personel Dinas Sumber Daya Air (SDA) mulai menggali tumpukan sampah menggunakan alat berat jenis Backhoe untuk mencari titik-titik api yang masih tersembunyi di dasar tumpukan. Proses penggalian ini justru memunculkan asap pekat baru ke udara, karena bara yang sebelumnya terkubur ikut terpapar oksigen saat sampah dibongkar.
Sebelum alat berat tiba, Lurah setempat dilaporkan berulang kali mendatangi lokasi sejak pagi untuk meminta percepatan pengerahan ekskavator, mengingat petugas kesulitan menjangkau titik api yang tertutup lapisan puing di permukaan. Kondisi ini menggambarkan bagaimana volume sampah yang menumpuk bertahun-tahun tanpa pengawasan bisa mengubah kebakaran sederhana menjadi operasi berhari-hari.
Reaksi dan Dampak: DKI Janji Sanksi Tegas

Marulina Dewi menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap praktik pembuangan sampah ilegal yang memicu tragedi ini.
“Pihak yang melakukan pembuangan sampah secara ilegal akan mendapat sanksi tegas.”
— Marulina Dewi, Kepala Diskominfotik DKI Jakarta, keterangan resmi, Minggu (2/8/2026)
Ia menyebut mulai Senin (3/8/2026), Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta akan turun langsung melakukan penyelidikan dan penyidikan di lokasi kejadian. Sejalan dengan itu, DLH DKI juga sudah mulai mengangkut sampah secara bertahap — dimulai dari area yang aman dan tidak terdampak kebakaran, sebelum berlanjut ke zona bekas kebakaran setelah dinyatakan aman oleh Gulkarmat.
Untuk mencegah pengulangan kejadian, Marulina menyatakan Pemprov DKI akan memperketat pengawasan lahan-lahan kosong yang rawan dijadikan lokasi pembuangan liar, sejalan dengan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang perubahan pola pengelolaan sampah lewat gerakan pilah, angkut, olah, dan manfaatkan — termasuk memperluas fasilitas TPS 3R agar hanya sampah residu yang dikirim ke TPST Bantargebang.
Kesigapan aparat dalam merespons situasi darurat memang kerap jadi sorotan publik, sebagaimana terlihat pada respons cepat TNI AL saat kapal selam asing terdeteksi di Laut Jawa — namun kasus Kramat Jati menunjukkan bahwa kecepatan respons darurat saja tidak cukup tanpa pengawasan preventif yang konsisten terhadap lahan-lahan rawan.
Kronologi Peristiwa
| Waktu | Kejadian |
|---|---|
| Sabtu, 1/8/2026, ±07.02 WIB | Kebakaran tumpukan sampah dilaporkan terjadi |
| Sabtu, 1/8/2026, 07.11 WIB | Operasi pemadaman dimulai, 10 unit mobil damkar & 50 personel dikerahkan |
| Sabtu, 1/8/2026 | Petugas Gulkarmat Andriyono gugur saat bertugas |
| Minggu, 2/8/2026 siang | Pemadaman berjalan lebih dari 30 jam, api utama padam namun bara masih menyala di dasar tumpukan |
| Minggu, 2/8/2026 sore | Backhoe dikerahkan Gulkarmat & Dinas SDA untuk menggali titik api tersembunyi |
| Minggu, 2/8/2026 | Marulina Dewi umumkan rencana sanksi tegas & penyelidikan PPNS DLH mulai Senin |
| Senin, 3/8/2026 | PPNS DLH DKI mulai penyelidikan dan penyidikan lokasi |
FAQ: Kebakaran Lahan Sampah Kramat Jati
Apakah lokasi kebakaran merupakan TPS resmi milik Pemprov DKI?
Bukan. Pemprov DKI menegaskan lahan di Jalan Penggilingan Baru itu adalah lahan kosong berstatus sengketa yang selama sekitar setahun disalahgunakan sebagai lokasi pembuangan sampah ilegal, bukan TPS resmi.
Siapa yang akan dikenai sanksi atas kebakaran ini?
PPNS Dinas Lingkungan Hidup DKI mulai Senin (3/8/2026) menyelidiki pihak yang selama ini mengelola pembuangan sampah ilegal di lokasi tersebut, dan menyatakan pelaku pembuangan sampah ilegal akan mendapat sanksi tegas.
Bagaimana nasib korban jiwa dalam insiden ini?
Satu petugas Gulkarmat DKI, Andriyono, gugur saat bertugas memadamkan api pada Sabtu (1/8/2026). Pemprov DKI menyatakan hak-haknya akan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
Apa Selanjutnya?
Fokus penanganan kini terbagi dua jalur: pendinginan menyeluruh area bekas kebakaran dengan bantuan alat berat agar bara tidak kembali membesar, dan proses hukum oleh PPNS DLH DKI terhadap pihak yang selama ini mengelola pembuangan sampah ilegal di lokasi tersebut. Status sengketa lahan antara pemerintah dan pihak yang mengaku sebagai pemilik turut menjadi variabel yang akan memengaruhi kecepatan penindakan dan langkah pengawasan jangka panjang di kawasan tersebut.
Artikel ini disusun oleh Redaksi Cermin Kita Cermin Dunia berdasarkan keterangan resmi Pemprov DKI Jakarta dan liputan Kompas.com, Tirto.id, Detik.com, Tribunnews, VIVA Jakarta, Wartakotalive.com, dan Disway.id.