Ringkasan Cepat:

  • Presiden Prabowo Subianto melantik Letjen TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB pada Kamis (15/10/2026) lewat Keppres Nomor 113 P Tahun 2026.
  • Sehari sebelumnya, KPK menahan lima tersangka kasus dugaan korupsi dana siap pakai kebencanaan, termasuk Bima Setyawan, adik Letjen Suharyanto.
  • Suharyanto sendiri belum berstatus tersangka per Rabu (14/10/2026), menurut Ketua KPK Setyo Budiyanto.

Jakarta, 16 Oktober 2026 — Letjen TNI Kristomei Sianturi kini memimpin Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Presiden Prabowo Subianto melantiknya di Istana Negara, Kamis (15/10/2026), menggantikan Letjen Suharyanto. Pelantikan berlangsung sehari setelah KPK menahan lima tersangka korupsi dana siap pakai kebencanaan, salah satunya adik Suharyanto.

Mengapa Pelantikan Ini Jadi Sorotan?

Fasad luar gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menjadi sorotan media pasca operasi tangkap tangan oleh KPK.

Karena waktunya berdekatan dengan kasus yang mengguncang BNPB. KPK menggelar operasi tangkap tangan di lingkungan BNPB pada Selasa (13/10/2026) dan mengamankan 14 orang, termasuk Sekretaris Utama BNPB Rustian, pejabat pembuat komitmen (PPK), dan pihak swasta. Juru bicara KPK Budi Prasetyo menyebut perkara ini terkait pengadaan barang dan jasa, di antaranya yang memakai dana siap pakai (DSP) kebencanaan, seperti dilaporkan Rakyat Merdeka.

Harian Kompas menggambarkan penggantian ini terjadi di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan serta pengungkapan kasus korupsi di BNPB, menurut laporan Kompas.id. Dalam sumber-sumber yang dirujuk artikel ini, tidak ada pernyataan resmi yang menyebut pelantikan sebagai respons langsung atas OTT. Yang terkonfirmasi hanyalah urutan waktunya.

KPK menyebut OTT BNPB sebagai operasi tangkap tangan ke-22 sepanjang 2026. Di tahun yang sama, lembaga ini juga menetapkan Bupati Tulungagung sebagai tersangka dugaan pemerasan terkait proyek dan perizinan daerah.

Soal penetapan adik Kepala BNPB, Ketua KPK menegaskan lembaganya tidak memandang jabatan atau hubungan keluarga.

“Kita tidak melihatnya siapa dia.”
— Setyo Budiyanto, Ketua KPK, Rabu (14/10/2026), seperti dikutip detikcom

Apa yang Diduga Terjadi pada Dana Siap Pakai?

Dokumen laporan audit keuangan yang merinci alokasi triliunan rupiah untuk Dana Siap Pakai (DSP) kebencanaan di atas meja penyidik.

DSP adalah dana dari APBN untuk masa siaga darurat, tanggap darurat, dan transisi darurat ke pemulihan. KPK menduga penyaluran dan pemanfaatannya dikondisikan bersama sejumlah perusahaan swasta, dan sebagian disalahgunakan oknum untuk keuntungan pribadi. Setyo juga menyebut penyimpangan kemungkinan sudah berlangsung sejak 2022, menurut Rakyat Merdeka.

Sebagai gambaran skala anggaran, DSP BNPB pada 2022 dialokasikan Rp5,46 triliun. BNPB juga mengusulkan tambahan sekitar Rp5,6 triliun untuk kebutuhan DSP tahun ini, berdasarkan laporan yang sama.

Lima tersangka yang ditahan di Rutan Gedung Merah Putih KPK, Rabu (14/10/2026), adalah:

NamaPeran
Gabriel Purwaka SigitKasubdit Pengelolaan Bantuan dan Kedaruratan BNPB sekaligus PPK
Bima SetyawanAdik Kepala BNPB Suharyanto
Richard ErlanggaTenaga ahli Kepala BNPB
Gery PrasetiawanPihak swasta
Syifa Nrika GhifarianPihak swasta

Daftar ini bersumber dari investortrust.id. Ejaan nama bervariasi antarmedia. Sestama Rustian sempat diperiksa intensif, tetapi berstatus saksi dan meninggalkan Gedung KPK tanpa rompi tahanan.

Pengusutan dana publik oleh KPK juga berjalan di sektor lain. Di Pengadilan Tipikor Jakarta, misalnya, dakwaan kasus suap impor Rp61,3 miliar menyebut nama Dirjen Bea Cukai dalam kronologinya, tanpa status tersangka. Semua pihak dalam perkara-perkara ini tetap berhak atas asas praduga tak bersalah.

Siapa Kristomei Sianturi?

Potret profil perwira tinggi militer TNI Angkatan Darat yang merepresentasikan rekam jejak kepemimpinan Letjen Kristomei Sianturi.

Kristomei lahir 6 Mei 1976, menurut profil Kompas.com. Ia lulusan Akademi Militer 1997 kecabangan infanteri. Namanya dikenal publik saat menjabat Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat pada 2023, lalu Komandan Resimen Taruna Akmil pada Juli 2024. Pada 20 Maret 2025 ia menjadi Kepala Pusat Penerangan TNI, sebelum memimpin Kodam XXI/Radin Inten.

Kompas.com juga melaporkan, Kristomei menyampaikan harta kekayaan Rp2,1 miliar dalam LHKPN yang dilaporkan 27 Februari 2026.

Prioritas Pertama: Karhutla dan Pembenahan Internal

Suasana Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB yang memantau titik api kebakaran hutan dan lahan secara waktu nyata melalui layar raksasa.

Usai dilantik, Kristomei menyatakan akan mengonsolidasikan BNPB, menyerahkan perkara OTT kepada penegak hukum, dan memeriksa ulang data karhutla, menurut IDN Times. Soal kemungkinan mengganti Sestama Rustian, ia mengatakan keputusan akan mempertimbangkan perkembangan proses hukum.

Untuk kebakaran lahan, ia menargetkan penanganan secepat mungkin dan respons BNPB dalam hitungan menit.

“As soon as possible, secepat mungkin.”
— Letjen TNI Kristomei Sianturi, Kepala BNPB, Kamis (15/10/2026), dikutip Kompas.id

Sebelum pelantikan, juru bicara BNPB Berton SP Panjaitan menyatakan layanan penanggulangan bencana tetap berjalan dan BNPB menghormati proses hukum KPK. Pergantian pejabat tinggi memang bukan hal baru bulan ini. Presiden juga mengganti Menteri Keuangan Purbaya dengan Suahasil Nazara pada 14 September, dan Kompas.id menyebut pelantikan 15 Oktober sebagai bagian dari reshuffle kabinet jilid VIII.

Kronologi Peristiwa

Lembar catatan linimasa yang memetakan urutan kejadian dari operasi tangkap tangan KPK pada 13 Oktober hingga pelantikan Kepala BNPB pada 15 Oktober.
WaktuKejadianSumber
Selasa, 13/10/2026KPK menggelar OTT di lingkungan BNPB, 14 orang diamankanRakyat Merdeka, iNews
Selasa malam, 13/10/2026Ekspose perkara, status naik ke penyidikaniNews, Okezone
Rabu, 14/10/2026, sekitar 16.48 WIBLima tersangka keluar Gedung KPK dan ditahanMetro TV, Antara
Rabu, 14/10/2026Ketua KPK: Suharyanto belum tersangka; Sestama berstatus saksiKompas.id, Okezone
Kamis, 15/10/2026, soreKristomei dilantik Kepala BNPB lewat Keppres 113 P/2026ANTARA

Apa Selanjutnya?

Penyidik KPK berdiri di depan papan tulis menganalisis bagan aliran dana untuk mengungkap keterlibatan korporasi dan pejabat lainnya.

Ketua KPK menyatakan pemeriksaan Suharyanto bergantung kebutuhan penyidikan, dan ia akan dipanggil jika namanya disebut pihak terkait, menurut investortrust.id. KPK juga masih menelusuri aliran dana dan peran perusahaan swasta. Di sisi lain, Kristomei langsung menghadapi ujian operasional: karhutla yang meluas dan kepercayaan publik pada tata kelola dana bencana.

FAQ

Mengapa Kristomei dilantik sehari setelah KPK menahan adik Suharyanto?

Sumber yang dirujuk tidak memuat alasan resmi pergantian. Fakta yang terkonfirmasi: penahanan lima tersangka terjadi Rabu (14/10/2026), pelantikan Kamis (15/10/2026).

Apakah Letjen Suharyanto tersangka?

Belum, menurut Ketua KPK Setyo Budiyanto pada Rabu (14/10/2026). Penyidik masih mengembangkan perkara.

Apa itu dana siap pakai BNPB?

Dana dari APBN untuk kebutuhan mendesak pada masa siaga darurat, tanggap darurat, dan transisi darurat ke pemulihan.