Sorotan:

  • Dua karyawati toko aksesoris ponsel ditemukan tewas di ruko Indrapura, Batubara, Sumut
  • Dugaan penyebab: keracunan gas karbon monoksida dari genset yang menyala dalam ruangan tertutup
  • Polri dan Polres Batubara aktif menyelidiki — keluarga tolak autopsi, VER tetap dilakukan

Batubara, Sumatera Utara — Dua karyawati toko aksesoris ponsel ditemukan tewas dan dua rekannya pingsan di dalam sebuah ruko di Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Sabtu (23/5/2026), sehari setelah blackout massal menghantam seluruh Pulau Sumatera. Keempatnya diduga keracunan gas karbon monoksida dari mesin genset yang menyala semalaman dalam ruangan tertutup.

🔖 Simpan artikel ini untuk perkembangan terbaru investigasi blackout Sumatera 2026.


Bagaimana Blackout Sumatera Memicu Tragedi Ini?

2 Karyawan Tewas Keracunan Gas Genset saat Blackout Sumut

Pemadaman listrik massal melanda Sumatera sejak Jumat (22/5/2026) pukul 18.44 WIB. PT PLN (Persero) mengonfirmasi gangguan berasal dari transmisi 275 kilovolt (kV) di ruas Muara Bungo–Sungai Rumbai, Kabupaten Bungo, Jambi, yang dipicu cuaca buruk. Gangguan itu menciptakan ketidakseimbangan beban di sistem interkoneksi Sumatera, memicu trip massal pembangkit dari Jambi hingga Aceh.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan dalam konferensi pers virtual, Sabtu (23/5/2026):

“Ini sebagai indikasi awal, ada ruas transmisi 275 kV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi yang indikasi awalnya karena gangguan cuaca, sehingga terjadi gangguan pada sistem transmisi tersebut dan keluar dari sistem kelistrikan Sumatera.” — Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN (Konferensi Pers, 23 Mei 2026)

Total 13,1 juta pelanggan di Sumatera terdampak. Wilayah Sumatera Utara mengalami pemadaman hingga lebih dari 19 jam, memaksa banyak pelaku usaha dan warga menyalakan genset sebagai sumber listrik darurat.


Kronologi Penemuan Korban di Batubara

2 Karyawan Tewas Keracunan Gas Genset saat Blackout Sumut

Empat orang wanita — semua warga Kota Tebing Tinggi — bekerja di ruko Indrapura ACC, Lingkungan III, Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih. Saat listrik padam malam Jumat, genset toko dinyalakan. Tidak ada yang menyadari bahaya yang mengintai dalam ruangan tertutup itu.

Berikut urutan kejadian berdasarkan keterangan Kapolsek Air Putih, AKP Rahmat R. Hutagaol:

  1. Pukul 08.00 WIB, Sabtu (23/5) — Rekan kerja korban, Dinda Selvira Manalu, mulai mencoba menghubungi para korban via telepon. Tidak ada yang mengangkat.
  2. Sekitar pukul 12.30 WIB — Dinda tiba di lokasi. Ruko masih tertutup rapat, tidak ada tanda-tanda aktivitas dari dalam.
  3. Pintu dibuka paksa — Pimpinan toko Edo Setiawan meminta bantuan warga sekitar untuk membuka paksa pintu ruko.
  4. Empat korban ditemukan — Keempat karyawati ditemukan tergeletak tak sadarkan diri di dalam. Genset masih menyala atau baru dimatikan dalam ruangan minim ventilasi.
  5. Evakuasi ke RSUD Bidadari, Batubara — Seluruh korban langsung dibawa ke rumah sakit.

Dua korban, berinisial RR (24) dan AA (22) — juga disebut dalam sumber lain sebagai Adila dan Rahma — dinyatakan meninggal dunia. Dua korban lainnya, M (22) dan DCA (17) — juga disebut sebagai Dwi dan Riana — berhasil diselamatkan dan menjalani perawatan intensif.

“Keempat korban telah dievakuasi ke RSUD Bidadari. Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian. Namun dugaan sementara mengarah pada keracunan asap genset yang digunakan selama listrik padam.” — AKP Rahmat R. Hutagaol, Kapolsek Air Putih (Minggu, 24/5/2026)


Keluarga Tolak Autopsi, Polisi Tetap Lakukan VER

Keluarga kedua korban yang meninggal resmi menolak autopsi dan telah membuat surat pernyataan tertulis. Namun penyelidikan tidak berhenti. Polsek Air Putih bersama tim Inafis dan Satreskrim Polres Batubara tetap melakukan:

  • Olah tempat kejadian perkara (TKP)
  • Pemeriksaan sejumlah saksi mata
  • Visum et repertum (VER) terhadap jenazah sebagai pengganti autopsi untuk kepentingan penyelidikan hukum

Polri melalui Bareskrim juga turun tangan menyelidiki penyebab blackout Sumatera secara keseluruhan, termasuk mengkaji apakah ada kelalaian atau unsur kesengajaan dalam gangguan transmisi yang menjadi akar masalah.


Mengapa Gas Genset Bisa Mematikan?

2 Karyawan Tewas Keracunan Gas Genset saat Blackout Sumut

Insiden ini bukan yang pertama. Pada hari yang sama, tiga remaja di Kecamatan Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat juga mengalami keracunan karbon monoksida dari genset masjid saat pemadaman — dua di antaranya tewas, satu kritis. Setidaknya tujuh warga Sumatera menjadi korban keracunan gas genset dalam satu malam blackout.

Gas karbon monoksida (CO) yang dihasilkan mesin genset berbahan bakar bensin atau solar bersifat tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Ia mematikan justru karena tidak terdeteksi indera. Dalam ruangan tertutup atau minim ventilasi, konsentrasi CO naik cepat, meracuni darah, dan menghentikan pasokan oksigen ke otak sebelum korban sempat menyadari gejala.

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 38 Tahun 2016 tentang K3 Listrik di Tempat Kerja secara eksplisit melarang pengoperasian genset di dalam ruangan tertutup tanpa sistem pembuangan gas yang memadai. Namun ketaatan terhadap regulasi ini masih rendah di kalangan pelaku usaha kecil.


Reaksi Pemerintah dan Proses Pemulihan

2 Karyawan Tewas Keracunan Gas Genset saat Blackout Sumut

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meminta PLN segera menginvestigasi penyebab pasti blackout. Pemerintah menegaskan layanan listrik sebagai kebutuhan publik mendasar yang harus dijamin ketersediaannya.

Di sisi teknis, PLN mengerahkan ratusan personel bekerja nonstop untuk pemulihan transmisi, gardu induk, dan pembangkit. Per Sabtu (23/5/2026), PLN melaporkan 8,3 juta dari 13,1 juta pelanggan di Sumatera mulai mendapat kembali aliran listrik. Pembangkit berbasis air (PLTA) dan gas pulih lebih cepat, sementara pembangkit termal (PLTU) membutuhkan waktu 15–20 jam untuk kembali beroperasi penuh.


Baca Juga Kapal Selam Pakistan Muncul di Laut Jawa, TNI AL Langsung Kerahkan Dua KRI untuk Pengawasan


Apa Selanjutnya?

Penyelidikan berlangsung di dua jalur bersamaan: Bareskrim Polri menyelidiki penyebab blackout transmisi dari sisi Jambi, sementara Polres Batubara memfokuskan pada kasus kematian karyawati. Hasil VER dari RSUD Bidadari menjadi kunci konfirmasi resmi penyebab kematian.

Dari sisi kebijakan, insiden ini memunculkan desakan publik agar pemerintah dan PLN memperkuat sistem interkoneksi transmisi nasional, sekaligus mendorong sosialisasi masif keselamatan penggunaan genset kepada masyarakat dan pelaku UMKM — khususnya dalam menghadapi potensi pemadaman di masa mendatang.


Sumber: Tirto.id, CNN Indonesia, Kompas.com (Medan), Liputan6.com, Beritasatu.com, ANTARA Sumut, Bisnis.com, Kontan.co.id (semua diakses 23–25 Mei 2026)